SINOPSIS BUKU
Guna Memenuhi Tugas
Mata Kuliah : Strategi Belajar Mengajar
Dosen Pengampu : M. Ghufron Dimyati, M.S.I
Di Susun Oleh
AHMAD ZAEDUN
2022 111 072
PRODI PBA
JURUSAN TARBIYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM
(STAIN) PEKALONGAN
2013
JUDUL :
Pembelajaran Aktif : Meningkatkan keasyikan kagiatan kelas
PENULIS :
Pat Hollimhsworth & Gina Lewis
(EDITOR/PENERJEMAH) : Dwi Wulandari
dkk.
PENERBIT :
PT Indeks Jakarta
TAHUN :
2008
JUMLAH HALAMAN : 195
ISSN/ISBN :
ISBN-13: 978-1-904424-59-8
ISBN-10: 1-904424-59-7
BAB I
PENDAHULUAN
Buku ini merupakan tulisan dari guru-guru yang
tertantang untuk meningkatkan kegiatan aktif dalam kelas. Mereka ingin
memberikan pengalaman belajar yang terbaik dan yang paling berarti bagi
siswanya. Buku ini cocok diterapkan di tingkat dasar, karena isi dalam buku ini
banyak mengandung pemainan yang mendidik serta enjoy. Dalam buku karya Pat
Hollingsworth ini ia menuliskan berbagai metode untuk meningkatkan keaktifan
siswa serta menciptakan flow.
Dalam
flow (1990) Mihaly Csikzentmihalyi menggambarkan perhatian sebagai
energi mental dan emosional. Flow adalah keadaan sadar yang di dalamnya
seseorang bias betul-betul terbenam dalam sebuah aktifitas sehingga dia tidak
merasakan waktu yang berlalu.
Dia mengatakan
bahwa “kenikmatan (enjoyment) hanya bias diperoleh dengan memberikan
perhatian yang luar biasa”. Dengan kata lain, kesenangan (pleasure) bias
dirasakan tanpa melalui usaha (melalui metode elektris atau kimiawi pada senang
di dalam otak), tetapi kenikmatan penuh tidak bisa diperoleh tanpa usaha.
Dia mengatakan
bahwa “kenikmatan (enjoyment) hanya bias diperoleh dengan memberikan
perhatian yang luar biasa”. Dengan kata lain, kesenangan (pleasure) bias
dirasakan tanpa melalui usaha (melalui metode elektris atau kimiawi pada senang
di dalam otak), tetapi kenikmatan penuh tidak bisa diperoleh tanpa usaha.
Pelajaran
di dalam buku ini menyertakan strategi-strategi untuk membuat siswa siaga dan
terlibat dalam pembelajaran. Pada Bagian 1, Menciptakan suasana untuk flow
yang tediri dari bab 1-3 memberikan strategi pembelajaran aktif yang sesuai
dengan perilaku kelas. Bagian 2, Pembelajaran aktif dalam seni yang terdiri
dari bab 4-13 fokus pada pembelajaran aktif dalam seni. Kemudian pada bagian 3,
pembelajaran aktif dimanapun yang terdiri dari bab 5-13 membahas serangkaian
mata pelajaran mulai dari bahasa, seni, dan matematika, sampai ke penelitian
dan sains.
BAB II
SINOPSIS
A. Daftar Isi
Pendahuluan: Alasan Perlunya Pembelajaran Aktif v
Bagian 1. Menciptakan Suasana untuk flow I
1. Pembelajaran Aktif di Kelas:
Membantu siswa mengenali flow ……………………………………. 3
Pat
Hollingsworth
2. Pembelajaran Aktif untuk Mengembangkan Tujuan:
Simbol visual untuk kesuksesan …………………………………….. 9
Liz Jarnigan
3. Pembelajaran Aktif untuk Memperbaiki Perilaku:
Semuanya bersumber pada pengendalian
…………………………… 16
Pat
Hollingsworth
Bagian 2. Pembelajaran Aktif dalam Kesenian 23
4. Seni Gerak: Ruang Gerak dan Jumble Jive …………………………. 25
Gail N. Herman
5. Dewa Thor dan Palu yang Hilang:
Memperkenalkan drama kepada siswa usia 3-5
tahun ……………… 31
Pat
Hollingsworth
6. Cerita Kuda Troya: Drama untuk siswa sekolah dasar ……………... 41
Gina Lewis
7. Menghidupkan Kajian Ilmu Pengetahuan Sosial:
Drama untuk siswa sekolah menengah ……………………………… 53
Marilyn Cox
8. Rodeo Copland: Pengenalan pada Komposisi Musik ………………. 60
Arlene DeVries
9. Aturan-aturan Seni dan Kehidupan: Menggambar Badut ………….. 68
Pat
Hollingsworth
10. Aturan-aturan Seni dan Kehidupan: Menggambar Wajah ………..... 76
Pat
Hollingsworth
11. Menjelajahi Dunia Tokoh Seniman: Berkesenian di Taman ……….. 83
Donna Davila
12. Sejarah Arsitektur. Dari Zaman Mesir sampai Zaman Modern ……. 93
Alicia Davilla .
13. Karya Seni Renaisans dan Baroque: Penalaran vs. Perasaan …….... 121
Pat
Hollingsworth
Bagian 3. Pembelajaran Aktif di Mana-mana
14. Membuat Kamus yang Unik:
Pembelajaran Aktif untuk Kemampuan Bahasa dan
Kosakata …….... 130
Stacy Hale
15. Menjadi Kata Keterangan: Pembelajaran Aktif untuk Seni Bahasa …. 136
Gina Lewis
16. Bengkel Kata: Membaca dan Menulis Aktif untuk Siswa Usia Dini ... 140
Pat
Hollingsworth
17. Membaca Charlotte’s Web: Pembelajaran Aktif pada Sastra Klasik ... 146
Gina Lewis
18. Singkirkan Rasa Takut: Pembelajaran Aktif pada Pelajaran Menulis .. 156
Katie
Abercrombie
19. Permainan Matematika Karya Siswa:
Pembelajaran Aktif untuk Matematika Dasar
……………………….. 166
Gina Lewis
20. Tabel Tebakan-dan-Periksa:
Pembelajaran Aktif untuk Mengerjakan Soal
Cerita ………………… 171
Marilyn Howard
21. Kaijan Binatang dalam 18 Langkah:
Pembelajaran Aktif di Ilmu Pengetahuan Alam
…………………….. 182
Gina Lewis
Daftar Pustaka 189
Penulis dan Kontributor 191
Indeks 194
B. Informasi Ringkas Buku
Tujuan utama buku ini adalah menyediakan kegiatan-kegiatan kelas yang
membantu mengarahkan siswa untuk mengalami flow. Pembelajaran aktif di
kelas kegiatan yang pertama-tama adalah mendiskusikan flow, baik buku
berjudul Flow itu sendiri maupun pengalaman flow. Pelatih
seringkali menggunakan alat bantu visual, seperti film, foto, dan lukisan untuk
membantu atlet meningkatkan kemampuan dasar dan keseluruhan penampilan
mereka.contoh-contoh visual dapat membantu siswa untuk memahami dengan lebih
baik tentang tanggung jawab serta dapat membuat mereka siaga secara mental dan
tetap aktif. Selama siswa tidak mau ikut aktif dalam kegiatan sekolah, mereka
tidak akan pernah bias mengalami flow sehingga mereka tidak bisa
merasakan kesenangan dari melakukan kegiatan-kegiatan akademis tersebut.
Seni gerak membantu siswa untuk mengembangkan kedisiplinan, kerjasama,
ketangkasan badan, keseimbangan, fleksibilitas, dan kekuatan. Gerakan-gerakan
drama juga memberikan kesempatan yang baik bagi siswa untuk menggunakan energi
mereka. Drama adalah saran yang paling bagus untuk pembelajaran aktif mata
pelajaran sejarah. Begitu siswa secara aktif terlibat dalam dialog dengan
setting dan kostum tertentu, peristiwa sejarah itu menjadi hidup dan tersimpan
dalam ingatan jangka panjang. Dalam penelitiannya, Csikszentmihalyi menemukan
bahwa siswa menilai pelajaran sejarah sebagai mata pelajaran yang paling tidak
bisa melibatkan mereka secara aktif (Scherer: 2002). Cara cerdas untuk
memecahkan masalah itu adalah dengan membuat drama berdasarkan fakta sejarah.
Kemampuan untuk bisa mengenali pola-pola dalam musik juga dapat membantu siswa
mengenali pola-pola dalam bidang lain, seperti dalam mempelajari puisi, seni
dan, matematika. Menggambar merupakan bentuk ekspresi, cara berkomunikasi, dan
cara yang bisa digunakan untuk mencapai flow. Menggambar adalah
aktifitas yagn bisa melibatkan siswa tanpa batasan apa pun, dan bisa membedakan
kemampuan siswa. Salah satu hal yang pertama kali dipelajari bayi adalah
mengenali wajah ibunya. Salah satu gambar pertama yang dibuat anak-anak adalah
gambar lingkaran yang kenudian akan menjadi gambar wajah. Berdarmawisata
sebelum kelas dimulai bisa menjadi kegiatan peralihan yang menyenangkan untuk
mengajarkan siswa pada istilah seni, mengenalkan tokoh seniman, dan prinsip
rancangan gambar. Dengan melibatkan siswa secara fisik dalam menghidupkan unsur
sejarah, akan lebih mudah bagi siswa untuk mengingat aspek-aspek sejarah sesuai
waktunya. Nyanyian mudah melekat didaya ingat, bisa menjadi simbol, atau
menjadi pengolah ingatan yang lebih lanjut, sehingga terjadi pembelajaran yang
mendalam dan menyeluruh. Renaisans adalah era penemuan Columbus dan
penjelajahan lain. Periode Baroque adalah era puncak kejayaan kerajaan
inggris yang memicu terjadinya Revolusi Amerika. Denga pembelajaran aktif,
siswa bisa menghidupkan hubungan tersebut dengan mempelajari tokoh dan
kehidupan asli yang jauh melebihi fakta-fakta sejarah belaka.
Kamus unik merupakan kumpulan kata-kata yang dipilih para siswa serta
mengharuskan mereka untuk menelusuri kamus guna mencari kata, berpikir kreatif,
dan membuat kalimat yang tepat dengan menggunakan kalimat tersebut. Mempelajari
kelas kata dapat menjadi kegiatan yang tidak hanya sekedar menghafal
definisinya ketika siswa menjadi kelas itu sendiri. Kegiatan membaca dan
menulis bias menjadi kegiatan yang aktif saat siswa merasa terlibat dalam
pembelajaran secara fisik dan emosi. Charlotte’s Web adalah cerita yang
sangat menyenangkan tentang perbincangan anak-anak dan binatang yang sedang
mempelajari pelajaran penting dalam hidup. Charlotte’s Web adalah cara
untuk mendidik siswa usia sekolah dasar pada sisi kognitif, afektif, dan
psikomotorisnya, karena cerita ini bisa mendorong siswa menuju ke berbagai
kegiatan yang bias melibatkan tiga sisi perkembangan tersebut. Rasa takut
adalah musuh nomor satu dalam menulis. Rasa takut dapat melumpuhkan kita
sehingga, kita hanya bisa memandangi
kertas kosong atau layar computer saja. Kegiatan menulis yang aktif dan penuh
semangat memberi keuntungan tambahan. Matematika adalah pelajaran yang paling
nudah diacuhkan siswa ketika sampai tahap pengayaan. Ketika siswa pertama kali
memulai mengerjakan soal matematika yang rumit, mereka perlu menggunakan metode
yag bisa mereka ikuti. Sebelum siswa mahir mengubah soal cerita ke dalam rumus
matematika siswa bisa menggunakan metode tebakan-dan-periksa, karena metode ini
memungkinkan siswa untuk bisa menyelesaikan soal dengan lebih mudah. Metode ini
nantinya akan memberikan kemudahan bagi siswa untuk bisa mengerjakan soal-soal
aljabar.
C. Kesimpulan
Pembelajaran aktif melibatkan pembelajaran yang terjadi ketika siswa
bersemangat, siap secara mental, dan bisa memahami pengalaman yang dialami.
Pelajaran di dalam buku ini menyertakan strategi-strategi untuk membuat siswa
siaga dan terlibat dalam pembelajaran. Pembelajaran aktif itu penuh semangat,
hidup, giat, berkesinambungan, kuat, afektif. Contoh cara pembelajaran aktif
yang bisa meningkatkan flow dikelas.
1. Mengacu pada Tujuan
Guru harus bisa menjelaskan tujuan
pembelajaran dengan jelas, maka siswa akan mengerti dan bisa menghubungkan
tujuan tersebut dengan hasil yang akan mereka peroleh dari pelajaran tersebut.
Tujuan Pembelajaran Terukur yaitu merangkum tujuan-tujuan pembelajaran, yang
kemudian dijelaskan pada siswa, dan satu sesi di akhir pelajaran yang disebut
refleksi.
2. Melibatkan Siswa
Secara intuisi guru mengetahui bahwa untuk
membuat pembelajaran lebih bermakna, siswa harus menggunakan lebih banyak
energy mental dan emosional. Ketika guru menginginkan siswa bisa meraih
tingkatan flow tetapi keinginan saja tidak akan membuatnya benar-benar
terjadi.
3. Menggunakan Seni, Gerakan dan Indera
Strategi pelajaran dirancang untuk
mengaktifkan kelima panca indera untuk bisa melibatkan siswa secara penuh. Seni
adalah cara yang ideal untuk mengaktifkan beragam indera, mendorong rasa
kebersamaan siswa, menyediakan sarana ganda untuk menemukan dan mengekspresikan
makna, membangun rasa percaya diri dan antusiasme belajar, dan menguatkan
kemampuan dasar kecerdasan: kognitif, emosional, perhatian atau attentional,
dan motorik.
4. Meragamkan Langkah dan Kegiatan.
Untuk menjaga agar pikiran selalu siaga, ragamkanlah
langakh dan jenis kegiatan. Setiap pelajaran menyediakan ide-ide untuk merubah
langakah, dan setiap pelajaran disiapkan untuk bisa diadaptasikan, sehingga
secara mudah Anda dapat menambahkan ide Anda sendiri untuk meragamkan kegiatan.
BAB III
ANALISA BUKU
A. Kelebihan
Buku ini ditulis oleh guru-guru yang tertantang untuk memberikan pengalaman
belajar yang terbaik dan yang paling berarti bagi setiap siswanya. Tujuan
penggabungan tulisan-tulisan dalm buku ini adalah untuk memberikan kekuatan
intelektual yang dapat menciptakan suasana pembelajaran yang mampu melibatkan
siswa aktif secara penuh.
Dalam buku ini, guru-guru yang berpengalaman tersebut membagi pengalaman
mereka tentang cara-cara mengajar mereka yang paling berguna dan paling
mengasyikkan untuk menciptakan pengalaman belajar yang optimal bagi siswa, juga
membagikan strategi-strategi praktis yang telah diterapkan pada siswa dari
segala umur, mulai dari kelompok bermain/playgroup sampai mahasiswa
pascasarjana.
Buku ini juga disertai petunjuk pengajaran
mulai dari materi, kegiatan, sampai wkatu yang ditentukan.
B. Kekurangan
Buku ini sedikit materi sehingga
guru harus mempunyai referensi lain untuk menunjang dalam proses pembelajaran siswa
dikelas. Penggunaan metode ayng berlebihan bisa membuat siswa malah menjadi
bosan
C. Tindak Lanjut
Rencana dalam pembelajaran aktif disini untuk membimbing guru, bukan
membatasi cara pendekatan guru atauapun mater yang digunakan. Guru bisa menggunakan contoh sesuai dengan pelajaran yang diajarkan.
BAB IV
PENUTUP
Puji Syukur Kehadirat Allah Swt. yang telah memberikan anugrah serta
hidayah-Nya kepada penulis sehingga bisa menyelesaikan tulisannya ini yang
berupa Sinopsis buku Pembelajaran Aktif karya Pat Hollingsworth, walaupun masih
banyak kesalahan ataupun kekurangannya.
Terima kasih kami haturkan kapada Bapak Ghufron Dimyati selaku dosen
pengampu mata kuliah Strategi Belajar Mengajar yang telah membimbing kami serta
memberikan dukungan dan motivasi sehingga kami bisa menyelesaikan tugas
synopsis ini.
Terima kasih kami kepada Ibu, beliau adalah sosok perempuan yang tegas,
bijaksana serta yang tidak lelah-lelahnya menasehati anak-anaknya. Beliau juga
selalu mendoakan kami sehingga terselesaikannya penulisan sinopsis ini. Kami haturkan terima kasih juga
kepada para mahasiswa yang telah membantu
terselesaikannya sinopsis ini. Dan tak lupa bagi para pembaca
semoga diberikan wawasan yang lebih serta bisa bermanfaat bagi semuanya
khusunya bagi penulisnya. Saran dan kritik yang membangun akan selalu ditunggu
penulis.
